[REVIEW NOVEL] THANK YOU – ADARA KIRANA

THANK YOU - ADARA KIRANA

 

Thank You

Adara Kirana

Penerbit Inari

Cetakan Pertama, Juni, 2017

 

Sinopsis dan Blurb

Sejak TK, Adelia mengenal Rafa. Sejak itu pula, Adelia berteman dekat dengan Rafa. Saat SD, mereka diajari Kak Sarah—kakak Adelia—untuk bermain tantangan (dare) yang setelah melakukan harus mengucap “Terima Kasih”.

Seiring dengan kebosanan Kak Sarah, Adel dan Rafa pun bermain sendiri dan memodifikasi permainannya dengan menaruh kertas-kertas tantangan ke dalam sebuah kaleng bekas. Setiap mengambil satu kertas, si pengambil harus melakukan tantangan lalu mengakhirinya dengan ucapan “Terima Kasih” sebagaimana yang diajarkan oleh Kak Sarah. Kaleng itu pun diberi nama “Thank You”.

Beranjak remaja, mereka mengenal teman-teman baru. Askar, Hana, Gilang, dan Putri. Mereka pun bermain “Thank You” bersama dan itu RUDI—haRUs DIlakukan. Permainan inilah yang menggambarkan kisah drama remaja, enam murid SMA, tentang percintaan, persahabatan, dan keegoisan diri.

Seperti pada blurb, ada salah satu tantangan. Rafa menantang Adel untuk curhat dan merekam perasaannya kepada cowok yang ia taksir. Inilah yang membuat Adel kebingungan.

Karena—

Rafa tahunya Adel naksir Askar.

Rafa maupun Adel tahu Askar naksir cewek lain.

Namun Rafa tidak tahu kalau ternyata Adel naksir dia.

 

Komentar

Manis dan lembut. Begitulah yang saya rasakan ketika membaca novel ini. Di tengah kesibukan luar biasa (sok sibuk banget sih wkwkwk) mengurusi kehidupan perkuliahan yang sebenarnya sedang libur tapi tetap ambil banyak kegiatan, saya senang menyempatkan baca novel ini.

Saya tidak menyangka, jika “Thank You” akan digunakan sepanjang novel ini dengan cemerlang. Penulis mampu menyajikan cerita tanpa menghilangkan esensi dari objek terpenting dari novel ini, yakni permainan “Thank You”. Penuturannya pun enak, Penulis banyak menyajikan dialog yang mampu menjelaskan karakterisasi dan “kepentingan” para tokoh.

Cerita yang aslinya sederhana, menjadi suatu hal yang bermakna. Penulis fokus pada jalan cerita, tidak perlu repot-repot menjelaskan mengenai lokasi atau latar tempat. Sebab Penulis memberikan ruang kepada Pembaca secara universal untuk membayangkan sendiri kisah ini terjadi di mana dan suasananya seperti apa. Namun jelas, Penulis telah memberikan klu pada dialog menggunakan “lo-gue” dan sempat menyebut “tidak jauh dari Bogor” dan “main ke Gambir” untuk merujuk latar tidak jauh-jauh dari Jabodetabek.

Selain itu, penyuntingannya pun rapi, meskipun ada beberapa kali saya menemukan miss.

Contoh:

  • Di halaman 118-119. Pada paragraf pertama, disebutkan bahwa Gilang yang meninggalkan grup (yeah, meskipun pada ilustrasinya merupakan multichat). Akan tetapi, pada ilustrasi, saya bingung sebenarnya yang keluar itu Putri ataukah Gilang. Sebab, yang menulis di chat adalah Putri dan yang meninggalkan grup adalah Putri. Selain itu, bahkan chat Putri pun sepertinya salah ketik dengan chat Gilang.
  • Pada halaman 133, Adel bercerita bahwa ia sudah kenal Gilang sejak SMP. Padahal, sebelumnya diceritakan bahwa mereka baru mengenal Gilang justru saat MOS SMA (halaman 23-27).
  • Dsb.

 

Namun sebenarnya, itu bukan masalah yang berarti. Wkwkwkwk. Hanya kurang sinkron saja.

Overall, saya menyukai novel ini.

 

4/5 bintang.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

[Review] The Ultrasmart Holiday – Shely Kayoula

the ultrasmart

Judul                          : The Ultrasmart Holiday

Penulis                      : Shely Kayoula

Penerbit                     : Metamind (Imprint of Tiga Serangkai)

Tahun Terbit            : 2015

Jumlah Halaman     : 240 halaman

Novel ini merupakan Juara Harapan 2 Lomba Novel “Seberapa Indonesiakah Dirimu?” yang diadakan oleh Tiga Serangkai pada tahun 2014 kemarin.

Sinopsis:

Yaji, siswa kelas 11 sebuah SMA Negeri di Bandung, merupakan anak yang malas dan tergolong tidak pintar. Setiap hari ia tidak pernah absen untuk terlambat masuk sekolah. Ia pun sering membolos pelajaran. Hanya ada dua mata pelajaran yang masih membuatnya semangat bersekolah: olahraga dan sejarah. Itu pun karena gurunya yang menarik baginya.

Tatkala mengerjakan tugas berkelompok di rumahnya, Yaji mendapat informasi bahwa NTV mengadakan acara reality show baru yang bernama The Ultrasmart Holiday. Program ini melombakan 30 siswa-siswi SMA se-Indonesia untuk berlibur sembari menguji pengetahuan sejarah dan budaya Indonesia selama sepekan. Karena bosan dengan sekolah, Yaji pun memutuskan untuk mendaftar program itu.

Tak disangka, Yaji lolos seleksi untuk menjadi peserta dalam perlombaan itu. Dan memang, ia banyak diremehkan oleh peserta yang lain. Akan tetapi, Yaji berusaha untuk tidak tersisih supaya liburannya tidak berakhir dengan cepat. Bagaimana perjuangan Yaji dalam perlombaan The Ultrasmart Holiday? Apakah ia mampu menjadi pemenangnya?

Komentar:

+ Ide novel ini unik. Mengajari sejarah dan budaya Indonesia tanpa menggurui melainkan melalui permainan yang menarik.

+ Ceritanya lumayan mengalir, meskipun kadang alurnya terlalu cepat.

+ Dialognya tidak kaku, terasa nyata.

+ Meskipun menyelipkan unsur romance di dalamnya, tetapi tidak mengganggu alur utama yaitu perlombaan ini.

– Ini yang paling saya soroti: footnote atau catatan kaki! Astaga! Ini novel apa karya ilmiah? Footnote-nya banyak banget dan yang dijelaskan dalam catatan kaki pun tidak semuanya kata-kata yang sulit atau asing. Frasa seperti rest area, LCD, blasteran, mading, sampai kameramen—dan masih banyak lagi—rasanya tidak perlu diberikan penjelasan arti karena toh sudah banyak yang tahu.

– Minim kejutan. Alurnya sangat tertebak. Meskipun memang mencoba memberikan twist di akhir perlombaan, tetapi penyampaiannya kurang nendang, sehingga hasilnya terasa datar.

Rating:

2/5 Stars.

 

Overview:

Novel ini cukup menarik meskipun footnote-nya sangat mengganggu pembaca. Cocok dibaca oleh para remaja, terutama yang menyukai sejarah dan permainan/game. J

Leave a comment

Filed under Uncategorized

[REVIEW] I Am You – Ty Sakumoto

Image

Judul: I Am You: It Started with the Rings.

Penulis: Ty Sakumoto

Penerbit: Grasindo

Tahun Terbit: 2014

Jumlah halaman: 218 hlm.

Novel ini merupakan novel kelima yang ditulis oleh Ty Sakumoto dan pseudoname-nya, Kyria.

 

Sinopsis:

Shirota Mamoru merupakan CEO ternama sebuah perusahaan rekaman terkenal di Jepang, Senritsu Music. Suatu kali, ia mengunjungi sebuah restoran Italia yang terletak di pinggiran kota. Di sana, tanpa sengaja, ia mendengarkan salah seorang penyanyi baru di Bella Cafe–nama restoran tersebut–yang sanggup menghipnotisnya. Suara penyanyi belia itu begitu menawan dan memukau. Ia pun tertarik untuk merekrutnya sebagai artis Senritsu. Tak susah bagi Mamoru untuk mengetahui nama penyanyi anyaran itu. Makino Hashiko, namanya.

Makino Hashiko adalah seorang pengurus panti asuhan yang bekerja supaya menambah pemasukan untuk biaya kebutuhan panti yang tak sedikit. Begitu tahu ia ditawari menjadi penyanyi oleh Mamoru, ia begitu antusias. Namun, saat mengetahui Mamoru merupakan produser Senritsu Music, ia pun menolak mentah-mentah. Ia benci dengan Senritsu! Ada kenangan akan masa lalu yang membuatnya demikian.

Walaupun ditolak, entah kenapa Mamoru masih saja ingin merekrut Hashiko. Berbagai upaya dilakukannya. Hingga suatu ketika ia berhasil mengajak Hashiko untuk (semacam) kencan di Mitama-matsuri (festival tahunan yang diadakan di Kuil Yasukuni). Sampai akhirnya, mereka bertemu dengan Lulu Lunatic, seorang peramal yang punya booth di festival itu. Mereka masing-masing diberi sebuah cincin yang berpasangan. Cincin aneh yang ternyata membuat mereka saling bertukar tubuh keesokan harinya saat bangun tidur!

Apakah yang terjadi? Bagaimana kelanjutan kisah Mamoru dan Hashiko yang saling hidup tertukar di tubuh mereka berdua (Mamoru menjadi seorang Hashiko dan Hashiko menjadi seorang Mamoru)?

 

Komentar:

+ Alurnya pas. Enak diikuti dan tidak membingungkan.

+ Gaya bahasanya enak, renyah, dan ringan. Membuat baca novel ini tidak membosankan (yeah, awalnya emang iya, tapi setelah bertukar tubuh, gaya berceritanya benar-benar renyah).

+ Karakterisasi kedua tokoh utama yang kuat.

+ Latar Jepang gak cuma tempelan.

 

– Ceritanya klise. Gadis miskin yang sok jual mahal padahal ditaksir oleh pria kaya raya. Namun percayalah, walaupun klise, tapi penulis menyajikan sesuatu yang beda.

– Novel ini sepertinya bakalan ada sekuelnya. Inilah yang menjadi kekurangan novel ini karena sebelumnya tidak ada penjelasan bahwa buku ini berseri. Oleh karena itu, banyak sekali hal yang belum dijelaskan secara utuh. Seperti hubungan Mamoru dengan ayahnya dan perjodohannya. Hubungan Hashiko dengan Ninomiya. Dan lain sebagainya. Semoga di buku keduanya bisa dipecahkan.

– Ada ambigu dalam sebuah kalimat di halaman 9 paragraf pertama.

“Namun yang tak dikira Mamoru, adalah kehadiran dua wanita cantik yang juga ada di sana. Yang pertama, adalah istrinya, Hamano Shizuka. Dan yang satu lagi,putri tunggalnya, Hamano Ayane….”

Pembaca pasti tahunya Mamoru sudah punya istri si Shizuka itu dan punya anak si Ayane itu kalau membaca paragraf ini. Padahal, mereka bukan. Harusnya paragraf ini disambung dengan paragraf sebelumnya dan tidak usah menceritakan Mamoru dulu supaya tidak ambigu.

– dimerger, bukan di-merjer (halaman 12).

– Ada kontradiksi. Disebutkan di halaman 36, Hashiko tidak ingin bermusuhan. Namun faktanya, di dalam cerita, sikap Hashiko justru terkesan ingin bermusuhan dengan Mamoru.

Rating: 3/5 Bintang

Secara keseluruhan, novel ini enak dinikmati dan cocok dibaca oleh remaja, young adult, pecinta low fantasy, pecinta romantic comedy, dan penggemar Kyria Ty Sakumoto 😀

Leave a comment

Filed under Uncategorized

[REVIEW] Be Mine – Sienta Sasika Novel, Monica Anggen, dan Kezia Evi Wiadji

ImageCover Be Mine. Wajahnya sengaja ditutupi biar kalian gak muntah 😀

 

Judul                               : Be Mine: Dengan kamu, duniaku utuh kembali.

Penulis                            : Sienta Sasika Novel, Monica Anggen, dan Kezia Evi Wiadji

Penerbit                          : Cakrawala (Media Pressindo Group)

Tahun Terbit                    : 2014

Jumlah halaman             : 236 hlm.

 

Be Mine merupakan kumpulan  novela yang lahir dari tangan tiga penulis yang sudah tidak asing lagi di dunia perbukuan Indonesia: Sienta Sasika Novel (As Sweet As Blackberry, Divapress, 2013), Monica Anggen (Sunrise at The Sunset, Grasindo, 2013), dan Kezia Evi Wiadji (Till Its Gone, Media Pressindo, 2013). Mempunyai benang merah hari Valentine, masing-masing menuliskan sebuah kisah yang berbeda.

A.     In Love with You – Sienta Sasika Novel

Sinopsis:

Sienta—seorang siswi SMA yang setiap ujian tidak pernah menembus dua ratus besar peringkat di sekolahnya—naksir dengan Bintang. Bintang sendiri—sesuai dengan namanya—merupakan bintang sekolah. Pintar, selalu meraih ranking teratas, dan menjadi idaman para cewek.

Setelah memendam perasaannya sekian lama, Sienta didorong oleh sahabat-sahabatnya untuk segera menyatakan perasaan kepada Bintang. Ia pun berniat untuk memberikan cokelat sebagai tanda penembakannya. Sayangnya, Bintang ternyata tidak mau menerima pemberian Sienta jika dia belum masuk lima puluh besar peringkat ujian di sekolah. Bintang juga menganggap Sienta sebagai anak o’on. Sienta pun tidak terima dan berniat membuktikan kepintarannya.

Di sisi lain, Bintang dekat dengan Kinan. Kinan selalu menguntit ranking Bintang, persis di bawahnya. Ditambah dengan kecantikan fisiknya, Kinan menjadi idaman para cowok. Dengan begitu, mereka pun dianggap sebagai pasangan mahasempurna di sekolahnya.

Begitu mengetahui Sienta yang diberi tantangan oleh Bintang, Kinan merasa cemburu. Ia pun mengintimidasi Sienta dan merendahkannya. Sienta pun dendam kepada Kinan dan berniat membuktikan bahwa ia mampu masuk lima puluh besar.

Lalu bagaimana usaha Sienta untuk mengejar targetnya (masuk 50 besar)? Apakah ia berhasil membuktikannya kepada Bintang dan Kinan? Dan apakah Bintang mau menerima cokelatnya? Bagaimana akhir dari cerita ini?

Komentar:

(+) Gaya bercerita Sienta Sasika halus, membuat novela pembuka dalam “Be Mine” ini nyaman dibaca dan enak diikuti.

(+) Alur maju mundurnya mudah dimengerti.

(+) Premisnya menarik dan eksekusinya juga lumayan. Cuma ada beberapa yang perlu dicatat:

(-) Karakter para tokoh gak jelas. Contohnya saja, Bintang. Disebutkan kalau dia adalah cowok pintar yang dingin dan tidak peduli dengan nilai atau hal-hal di sekitarnya (apatis). Tapi… saya merasa kalau dia sangat peduli terhadap apa pun. Anaknya juga gak dingin atau kaku. Malah hangat, humble, dan suka tebar pesona. Jiah!

Belum lagi si Sienta (entah kenapa penulis menggunakan namanya sendiri sebagai nama tokoh utama, which happens in Sweetest Things too). Katanya dia anak yang tergila-gila dengan Bintang. Tapi… kenapa pas dia akan diajari oleh Bintang malah ogah-ogahan dan gak senang sama sekali. Lazimnya kan, dia bakalan terpesona atau ngelunjak. Hmm…. Kalau dijelaskan dia jaga image, sih, wajar. Tapi ini kagak!

(-) Sedikit koreksi di halaman 56 paragraf 9.

Tertulis: …. “Biasa aja kali, Mas, mukanya jangan gitu banget!” “Eh, Bin, mau tanya soal nyokap lo, boleh?”

Paragraf tersebut berisi dua kalimat langsung dari orang yang sama (Sienta). Alangkah baiknya jika di sela-selanya diberi narasi atau direct speech kedua dijadikan paragraf baru ditambah narasi juga.

(-) Beberapa kejanggalan:

1. Agak mustahil mengetahui sepatu Kinan yang kotor (padahal dia tidak sengaja untuk melakukannya) mengingat dia adalah cewek yang perfeksionis, mentel, atau apalah. Cewek kaya gitu mana mau kotor-kotoran? Jalan aja nyari tempat yang harus steril.

2. Di paruh akhir cerita, Sienta menyebutkan buku sketsanya hilang. Setiba-tiba itukah? Bahkan dia gak nyadar dan terkesan gak peduli padahal katanya penting. Hilangnya di mana? Dia tahunya pas kapan? Lagian, dia kan emang niatnya cuma ngasih Bintang cokelat.

3. Sebenarnya, yang dijadikan tantangan itu peringkat ujian per mapel atau semua pelajaran? Kok di paruh akhir hanya ujian Biologi yang jadi fokus.

Rating: 2/5

B.     Tink for Peter (Pan) – Monica Anggen

Sinopsis:

Peter, seorang mahasiswa semester awal, terobsesi dengan dongeng Peter Pan. Dia ingin menjadi Peter Pan dan menemukan Tinker Bell-nya. Hal ini membuat sahabatnya, Bram, selalu mengolok-oloknya karena dianggap kekanak-kanakan dan tidak realistis.

Di sisi lain, Bram menyukai teman gadisnya, Tineke, yang gendut dan dijuluki karung beras. Namun ia malu untuk menembaknya. Padahal, Tineke juga punya “rasa” terhadap Bram.

Hingga suatu hari, Peter dikenalkan oleh Bram pada Tineke. Pertemuan pertama itu membuat Peter terpesona dan berpikir bahwa Tineke adalah Tinker Bell yang dicarinya.

Lalu, siapakah yang akhirnya mampu menaklukkan hati Tineke, Peter atau Bram?

Komentar:

(+) Monica Anggen mampu memasukkan unsur dongeng dengan baik pada kisah Tineke-Bram-Peter.

(+) Karakterisasi Tineke cukup kuat.

(+) Konfliknya lumayan greget.

Sayangnya, novela ini punya kekurangan yang cukup parah.

(-) Dialog yang saaangat kaku. Bahkan untuk dua orang bersahabat seperti Peter dan Bram sekalipun.

Contoh:

“Aku nggak suka caramu bercanda, Bram!” teriak Peter kesal. “Ayo bantuin! Aku nggak mau ada halaman yang hilang. Buku ini buku langka, Bram.”

“Sudahlah, Peter. Ikhlaskan saja buku cerita jelek itu. Sudah waktunya kamu ganti bacaan. Masa sudah sebesar ini masih suka buku cerita anak-anak?” ejek Bram yang belum bisa menghentikan tawanya. (halaman 92).

Sekadar catatan: mereka berdua cowok. Mahasiswa. Masih muda. Sahabatan sejak lama! Tinggal di Jakarta.

(-) Saya lupa bagaimana cerita Peter Pan dan Neverland-nya. Jadi saya gak tahu ini bener atau gak. Disebutkan kalau Tinker Bell itu baik hati. Tapi, di dalam cuplikan dongeng yang disajikan, Tinker Bell diceritakan sebagai gadis rakus dan egois yang ingin seluruh perhatian Peter Pan menjadi miliknya? Duh! Itu namanya gak baik, kali. Sama aja Tinker Bell itu kaya istri muda yang pinginnya sang suami terus bersamanya padahal ada si istri tua, kan?

(-) Diceritakan Peter sedang sakit dan dirawat oleh Tineke. Nah, Peter ini anak apartemen (semacam anak kost?) yang tinggal sendiri dan orang tuanya ada di Surabaya. Bagi cowok kaya dia yang gak dijelasin senang masak atau gak, punya persediaan makanan termasuk sayur mayur dan daging ayam di kulkas itu wajarkah? Oke, dia sakit. Sayur mayur di kulkas bisa tahan seminggu. Nah, daging ayam? Padahal dia udah sakit beberapa hari, lho! Gak bisa ngapa-ngapain. Kok dagingnya gak busuk dan persediaannya banyak banget sampai bisa buat makanan Tineke segala. Hmm….

(-) Ibu Peter dari Surabaya. Gak pernah (diceritain) nengok anaknya. Pas njenguk Peter sakit, dia kok bisa tahu persediaan makanan Peter seberapa? *padahal pas ibunya lihat, persediaannya udah habis*. Kalau Peter disuruh rutin belanja tanggal segini atau segitu, belum tentu juga kan Peter ngelakuin? Dia cowok dan belum tentu suka masak, lho!

(-) Di halaman 129, ditulis kalau Peter anak yang nakal dan konyol. Hmm… sejauh saya membaca, kok, Peter malah terkesan sebagai anak yang baik dan bertindak dewasa, ya? Anak penurut seperti Peter malah jelas-jelas gak bisa dikategorikan nakal. Atau cowok baik-baik itu yang suka meras perempuan?

(-) Masih di halaman yang sama, diceritakan Tineke mengetahui Peter punya anak asuh di panti asuhan tempatnya menjadi relawan setelah diberi tahu oleh pengurus panti. Emangnya apa gunanya petugas panti berkoar-koar siapa aja yang jadi orang tua asuh ke pihak luar tanpa ditanya? Lagian kalau Peter jadi bapak asuh, pasti dia minta dirahasiain. Biar gak pamer atau riya. Lha ini?

Rating: 1/5.

C.     Second Love – Kezia Evi Wiadji

Sinopsis:

Tiara masih terbayang-bayang dengan sosok almarhum suaminya. Di tengah rentetan pertanyaan Mia, anaknya yang masih berusia 5 tahun, tentang keberadaan ayahnya, tiba-tiba Mia berteriak ketika melihat sahabatnya masuk ke Pizza Hut, tempat mereka makan. Leon datang bersama papanya yang karena gak ada tempat duduk lain, mereka menumpang duduk bersama di meja Tiara dan anaknya.

Jimmy, nama papa Leon, ternyata mampu membuat Tiara malu-malu kucing. Tiara juga mampu membuat kebahagiaan baru di dalam lubuk hati Jimmy. Tiara dan Mia melengkapi keluarga Jimmy dan Leon yang sudah ditinggal sang Mama ke surga.

Dimulailah pedekate Jimmy ke Tiara. Dengan alibi anak mereka adalah sahabat dekat, ternyata mampu membuat hubungan mereka lebih intim.

Apakah Tiara mampu melepaskan bayang-bayang suaminya? Bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Jimmy? Apakah maju ke pelaminan atau mundur menjadi orang yang terjebak nostalgia masa lalu?

Komentar:

(+) Alurnya mengalir dengan baik.

(+) Karakterisasi tokoh oke.

(+) Menggunakan POV 1 dari dua tokoh, mampu membuat novela ini lebih hidup.

(+) Konfliknya lumayan nendang.

(-) Kurang tebel. Antiklimaks-nya kurang dieksplor. *gatal spoiler*.

(-) Di bab pertama setelah Prolog, Jimmy kan nawarin tumpangan bagi Tiara dan Mia untuk pulang bareng. Emangnya Tiara dan Mia berangkatnya naik apa? Mereka kan punya mobil (disebutkan di pertengahan cerita).

Rating: 4/5.

D.      Komentar keseluruhan

  1. Cover-nya udah Valentine banget. Halaman pertamanya pun menambah kesan romantis. 😀
    Image
  2. Ilustrasi isinya bagus. Bikin rame tapi gak mengganggu saat dibaca. Apalagi ilustrasi sms-nya.
  3. Minim typo. Tapi saya agak kurang terbiasa dengan gaya penerbit dalam menuliskan “kan” di dalam dialog.
    Contoh (ambil yang pendek, padahal kalau yang panjang kelihatan ganggunya, tapi lagi malas nyari #plak): “Keren kan?”
    Bedakan dengan saya yang lebih suka diberi tanda koma. “Keren, kan?”
  4. Semoga novel-novel selanjutnya yang ditulis oleh para penulis di novela ini lebih baik lagi.
  5. Rating keseluruhan: 2/5.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

[REVIEW] CINE US – EVI SRI REZEKI

ImageIdentitas Buku:

Judul: Cine Us

Penulis: Evi Sri Rezeki

Penerbit: Teen@Noura (Noura Books)

Terbit: Agustus, 2013

Jumlah Halaman: 304 halaman

Harga: Rp 48.55,-

Ringkasan Cerita:

Saat SMP, Lena memenangkan lomba menulis skenario film di Festival Film Remaja. Namun, ia tidak dianggap berkontribusi pada film pendek kelompoknya yang juga menang pada festival yang sama. Tidak diakuinya dia terjadi karena mantan pacarnya yang juga ketua tim sakit hati terhadapnya. Hal ini membuat Lena terpukul dan membenci mantan-pacarnya-yang-namanya-tidak-boleh-diasebut-lagi.

Memasuki SMA, Lena bergabung membuat sebuah klub film bersama teman-temannya yang juga suka menggeluti dunia sinema. Dania menjadi ketuanya, dan Dion (sangat) bersuka rela menjadi kameramennya. Untunglah, setelah melalui perjuangan yang berat, klub mereka berhasil diizinkan untuk bergerak di bawah nama sekolah.

Suatu malam, Lena bertemu dengan “Anak Hantu” yang pintar membuat storyboard. Inilah yang membuatnya penasaran akan sosok itu karena tidak ada anggota klub film yang bisa membuatnya. Akhirnya, diketahuilah sosok misterius itu sebagai Rizki, kakak kelasnya. Rizki yang gempal, maniak kopi, dan humoris itu ternyata mampu menghipnotis Lena. Dia … merasa ada getaran-getaran halus yang mengalir di pembuluh darahnya tiap dekat dengan Rizki.

Masalah datang ketika mantan pacar Lena menantangnya untuk mengikuti Festival Film Remaja tahun ini. Walaupun ia menyetujui tantangan dan taruhan itu, ternyata ada sosok pengkhianat yang berusaha menghancurkan rencana-rencana klub film Lena dkk! Lalu bagaimana nasib klub film yang kehilangan banyak anggotanya itu? Apakah Lena dapat memenangkan taruhan itu? Bagaimana hubungan Lena dan “Anak Hantu” itu kemudian? Semuanya dapat dibaca di novel Cine Us ini. 🙂

Quote Favorit:

Kalian enggak akan pernah jadi besar kalau enggak terima kritikan! (halaman 100)

Bagian Favorit:

Ketika casting film pendek yang dilakukan oleh Lena dan kawan-kawan. Mereka mencari anak kembar yang bisa memerankan film mereka. Bertemulah mereka dengan duo Eva dan Evi yang akan membuat kita memikirkan sosok penulis!

FYI, Eva dan Evi itu nama penulis novel ini dan kembarannya. 😀 . (bisa dilihat di halaman persembahan).

Kelebihan:

1. Plotnya ditulis dengan rapi. Walaupun sempat melenceng saat menceritakan usaha Lena mencari profil “Anak Hantu”, tapi harus saya akui kalau plotnya benar-benar disusun rapi setelahnya.

2. Gaya penulisannya meremaja (cocok untuk para remaja). Jadinya, enggak terlalu baku namun gak terlalu gaul atau nge-slank. Banyak humor juga, jadinya enggak membosankan.

3. Ide cerita menovelkan klub film jarang diambil oleh novel yang lain. Inilah yang membuat pembaca akan mendapatkan sesuatu yang baru.

4. Cover-nya bagus. 3 sahabat yang memunggungi para orang-yang-melihat-sampul-novel. Bikin penasaran. Judulnya juga unik: Cine Us (SINE AS). Kreatif! Hanya saja, cover dalamnya gak terlalu menarik. 😀

Image5. Karakerisasinya pas.

Kekurangan:

1. Banyak typo. Ya … walaupun hanya masalah kekurangan spasi tapi kan, agak mengganggu. 🙂 Saya sempat mencatat beberapa tempat typo itu 😀 :

a. Paragraf 2 halaman 6.

b. Par. terakhir hal. 15.

c. par. 7 hal. 18

d. par. 6 hal. 19

e. par. 2 dari bawah hal. 26.

f. par. terakhir halaman 29.

2. Di halaman 8: Kalau misalnya ditambah kata “Sayangnya,” atau “Namun,” mungkin lebih enak dibaca biar koheren dengan kalimat sebelumnya. 🙂

3. Ada yang mengganggu di halaman 10 paragraf 7. Yaitu Balia yang mengambil beberapa sapu tangan dari tasnya. Emangnya dia punya berapa sapu tangan? Anak cowok itu bawa berapa emangnya? Gak kesusahan nyucinya? Sapu tangan kurang cocok dibawa banyak apalagi cuma dibuat lap. Mungkin serbet 😛 . Tapi, sepertinya “TISU” lebih cocok ya….

4. Jujur saja, Romi yang berbisik-bisik dengan kubu populer saat istirahat di kantin itu gak dijelaskan apa maksudnya. Bukannya Adit, mantan pacar Lena, itu seangkatan dengan Lena, kan? Kelas XI? Nah, kubu populernya kan, kelas XII. *aduh, gatal spoiler. Baca sendiri novelnya kalau pingin melihat kejanggalan ini 😀 *

Rating: 3/5

Overall, I like this teen novel.

ImageImage

2 Comments

Filed under Uncategorized

REVIEW LOVE FLAVOUR SERIES – BENTANG PUSTAKA

Setiap Rasa Punya Cerita Cinta

 

  1. 1.    Stroberi Yang Penuh Kejutan

 

Judul                                  : The Strawberry Surprise

Penulis                   : Desi Puspitasari

Penerbit                 : Bentang Pustaka

Terbit                                 : Mei, 2013

Jumlah Halaman  : 270 halaman

Harga                                 : Rp 44.000,-

 

Quote Favorit:

“Tidak ada yang tahu bagaimana kenangan bekerja. Keluar masuk ingatan seenaknya sendiri.”

 

Sinopsis:

Aggi dan Timur pernah berpacaran pada lima tahun yang lalu. Namun, karena ada perjanjian konyol yang mereka buat, mereka kembali mengontak satu sama lain. Jika masing-masing dari mereka belum mempunyai pacar pada lima tahun setelah hari perpisahan mereka, mereka akan mencoba lagi untuk bertemu.

Timur menepati janji itu. Walaupun mereka kini sudah berbeda kota dan masing-masing sibuk dalam kehidupan pekerja, Timur rela bolak-balik Yogya-Bandung hanya untuk menemui Aggi. Tapi Aggi bimbang, bisakah hubungan mereka kembali seperti sedia kala?

Aggi pun memberi tantangan kepada Timur untuk menemuinya setiap minggu di Yogyakarta. Dalam setiap pertemuan, ia akan menceritakan pengalamannya selama berpisah dengan Timur. Tentang pekerjaannya hingga tentang pria yang pernah dekat dengannya.

Aggi adalah gadis yang terobsesi dengan buah stroberi dan juga fotografi. Baginya, stroberi adalah buah yang penuh kejutan. Kadang terasa manis, kadang kita dapat yang masam ketika memakannya. Karena itulah ia senang akan kejutan.

Bagaimanakah dermaga cinta Timur dan Aggi? Bacalah novel ini.

Bagian Favorit:

Ketika seorang bule, Thoma, yang menembak Aggi dengan mengutip kalimat dari seniman Hans Arp. “I can live without heaven, but I can never forget you.” Lucu!

Kelebihan:

  1. Cover-nya yang cetar! Bagus, manis, masam, enak dipandang, dan membuat yang melihat ingin cepat-cepat mengambilnya. Hanya saja, cincin emas yang terletak di tengah-tengah susunan buah stroberi kurang cocok dengan isi novel. Karena Timur gak memberikan Aggi benda itu.
  2. Plotnya tersusun rapi. Ide ceritanya apik. Namun, banyak kemiripan dengan FTV di sebuah stasiun televisi swasta.
  3. Gaya bercerita sang penulis sangat khas. Baku namun mengalir lancar. Awalnya memang membosankan, tapi, jika sudah terbiasa, akan mudah diikuti.
  4. Risetnya cukup. Apalagi tentang kamera tua dan motor jadul milik Aggi. Jangan-jangan itu pengalaman pribadi penulisnya.
  5. Prolog dan Epilognya sangat mengejutkan dan menarik. Membuat penasaran dan tersenyum.
  6. Karakterisasi kedua tokoh utama cukup kuat. Terlebih Aggi yang penuh kejutan.

Kekurangan:

  1. Deskripsi latar di Bandung kurang kuat. Timpang jika dibandingkan dengan saat latar di Yogya.
  2. Ketika memasuki halaman 200-an ke belakang, novel ini mulai kehilangan arah penceritaan dan sedikit melebar dari plot. Kejutan stroberi yang masam dan manis pun sering diulang-ulang.

Rating: 4/5

 

  1. 2.    Ketika Si Kopi dan Si Cokelat Menyatu

Judul                      : The Mocha Eyes

Penulis       : Aida M.A.

Penerbit     : Bentang Pustaka

Terbit                     : Mei, 2013

Harga                     : Rp 44.000,-

 

Sinopsis:

Muara harus mengalami hal-hal yang menyakitkan semasa kuliahnya. Kehilangan sahabat, kehilangan kesempatan untuk menjadi sarjana berbarengan dengan teman-teman se-angkatannya, kehilangan kesuciannya karena direnggut oleh seorang psikopat yang jatuh cinta padanya, hingga kehilangan sang Ayah yang syok akibat keperawanan anaknya hilang. Tapi yang paling berat adalah Muara harus kehilangan jati dirinya.

Ibu Muara berpendapat bahwa anaknya sudah banyak berubah semenjak kejadian-kejadian menyesakkan itu. Muara yang dulunya ceria dan murah senyum bertransformasi menjadi seorang gadis yang aneh, senang menyendiri, susah tersenyum, dan kaku. Muara menyadari hal itu. Bahkan, pengalaman pahit kembali datang menyambanginya. Damar, pacarnya selama beberapa bulan ini, memutuskannya beserta alasan yang sama dengan keluhan ibunya.

Muara menyukai warna hitam. Termasuk kopi hitam pekat tanpa gula yang pahit. Baginya, hidup selalu pahit. Semua pengalamannya memang jauh dari kata manis. Karena itulah ia juga senang menyakiti diri sendiri. Ia mulai senang merokok untuk menenangkan diri. Apalagi jika hari mulai hujan, ia akan merasa tersiksa. Muara benci hujan karena dua orang yang dicintainya meninggalkannya pada saat titik-titik air jatuh dari langit. Karena sakit hati jugalah yang akhirnya membuat Muara menjauh dan menolak para lelaki yang berada di sekitarnya.

Fariz adalah seorang konsultan dan trainer yang bernaung di bawah perusahaan Pearl Consultan. Setiap malam ia bermimpi melihat siluet seorang wanita yang tidak ia ketahui siapa gerangan. Itulah yang membuatnya memutuskan untuk menunggu sosok itu muncul di dalam kehidupan nyatanya.

Fariz menyukai cokelat karena rasanya yang gurih. Ia merupakan salah seorang konsultan yang digemari oleh para klien karena ketampanan dan kualitasnya yang mumpuni. Ia selalu mudah bergaul dan mampu menjadikan dirinya mempunyai daya tarik yang besar.

Saat Fariz sedang menjadi trainer para karyawan sebuah perusahaan restoran cepat saji saat ia bertemu dengan sosok siluet itu. Seorang wanita bermata cokelat yang kelihatan seperti mempunyai banyak masalah. Wanita itu senang menyendiri dan meminum kopi serta merokok. Dialah Muara yang kebetulan menjadi peserta training itu.

Muara dan Fariz mulai sering bertemu. Hubungan mereka menjadi klien dan konsultan. Namun ada sebongkah “rasa” yang mewarnai hubungan profesional mereka. Fariz lah yang telah mengenalkan Muara minuman selain kopi, Moka.

Quote Favorit:

“Hidup itu seperti secangkir moka. Suka dan tidak suka harus bergabung menjadi satu. Enak dan tidak enak harus diaduk menjadi satu karena enak tidak akan terasa enak, kalau enak tidak ada perbandingan tidak enak.”

Bagian Favorit:

Tatkala Muara diperkosa. Gaya penulisan favorit paling maksimal di scene ini.

Kelebihan:

  1. Novel ini banyak memberikan motivasi bagi para pembacanya. Inspiratif karena banyak pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman Muara.
  2. Banyak sekali kalimat mutiara yang tersebar di dalam novel ini dengan baik dan tidak mengganggu. Quote-quote itu bersatu dengan cerita, bukannya asal masuk seperti yang biasa ditemukan di dalam novel-novel lainnya.
  3. Desain sampul yang bagus dan enak dipandang.

Kekurangan:

  1. Flashback cukup kasar dan kurang sinkron dengan adegan yang terjadi sebelumnya. Membuat pembaca sedikit kaget dan kurang nyaman.
  2. Pergantian POV 1 dan 3 yang terlalu kasar dan tidak teratur. Sehabis POV 1 sepanjang seratus halaman tiba-tiba POV 3 datang cuma beberapa halaman. Lalu di dalam satu bab juga ada yang POV 1 dan 3 bergantian namun tidak tersusun rapi. Lebih baik jika bab ganjil menggunakan POV 1 dan bab genap menggunakan POV 3, atau terserah bagaimana. Yang penting teratur dan gak campur aduk gak jelas.
  3. Banyak sekali tanda seru (!) yang digunakan tidak pada tempatnya. Masa ada obrolan santai dan saling berhadapan, seseorang memanggil nama lawan bicaranya dengan keras dan seru? Di bagian lain malah ada seseorang yang sedang meminta maaf dengan tulus bicaranya seperti ini, “Maaf!”
  4. Pada halaman 23&24: Tertulis, “Apalagi, kopi buatan Ayah yang selalu diseduh dalam cangkir berukuran besar, selalu kuminum hingga tidak bersisa”. Sumpah! Emangnya kopi gak ada ampasnya? Kecuali kalau kopi sachetan, lha ini, kopi racikan Ayah. Kalau diganti “selalu kuminum hingga habis” masih terdengar masuk akal. Nah kalau tidak bersisa?
  5. (halaman 111): “Kakiku melangkah masuk ke dalam kamar dan laki-laki itu masih tetap berada di luar. Entah menungguku atau justru kembali ke kamarnya lagi.” Kalau tahu lelaki itu masih di luar berarti Muara mengintip dong. Kenapa bilang “Entah menungguku atau justru kembali ke kamarnya lagi”? Kalaupun gak mengintip, kan tahu dari suara langkah kakinya. Kenapa juga ngomong gitu?
  6. (halaman 208): Emangnya bisa tahu tinggi stiletto seseorang dengan cepat, tepat, dan yakin tanpa kata mungkin? Hebat banget bisa tahu tingginya berapa sentimeter dengan pas.
  7. Typo di halaman 213. Yang bagian SMS itu. Harusnya diberi spasi biar jelas siapa yang sebenarnya mau telepon.

Rating: 2/5

 

  1. 3.      Mint Heart-Man.

Judul                         : The Mint Heart

Penulis                       : Ayuwidya

Penerbit                     : Bentang Pustaka

Terbit                         : 2013

Jumlah Halaman      : 336 halaman

Harga                         : Rp 54.000,-

 

Quote Favorit:

“Ternyata memelihara cinta sebelah tangan itu seperti memelihara dinosurus. Dino kecil polos yang manis, tiba-tiba sudah tumbuh sangat besar, lebih besar daripada yang bisa kuukur. Ia sudah tumbuh menjadi monster yang bahkan bisa membunuh diriku sendiri, yang telah memeliharanya.

Aku tidak bisa lagi memeliharanya, karena ia telah tumbuh di luar kendaliku. Sekarang, aku tidak bisa lagi membiarkannya tumbuh tanpa menyakitiku.”

Sinopsis:

The Mint Heart menceritakan perjalanan “cinta” dua orang beda jenis kelamin dan beda juga sifatnya. Lula, seorang wanita yang berkerja sebagai reporter yang tugasnya meliput destinasi-destinasi pilihan di sebuah majalah travel terkemuka. Ia ditugaskan untuk meliput tempat wisata yang menjadi pilihan pembaca majalah itu. Bersama dengan Leon, sang fotografer, yang mempunyai sifat dingin dan cool.

Perjalanan mereka itu penuh dengan kekocakan, kekonyolan, dan konflik-konflik yang mampu mendekatkan dua orang berbeda sifat itu.

Bagian Favorit:

Ketika Lula meraung-raung alay di bandara. It’s a fun freak story yeah!

Kelebihan:

  1. Karakter Lula, Leon, hingga Juno benar-benar hidup.
  2. Novel yang sangat lucu dan kocak. Mampu membuat saya tertawa ngakak selama membacanya.

Kekurangan:

–          Halaman 90-110 sangat freak dan seperti kehilangan arah cerita. Namun, selanjutnya bisa kembali mengasyikkan.

Rating: 4/5

 

  1. 4.      Vanila, I’m With You

Judul             : The Vanilla Heart

Penulis           : Indah Hanaco

Penerbit         : Bentang Pustaka

Terbit            : Juni, 2013

Harga             : Rp 44.000,-

 

Sinopsis:

Kisah dibuka dengan peristiwa tabrakan yang melibatkan Hugo Ishmael sebagai pengendara mobil yang menabrak dua siswi SMA bernama Dominique dan Kyoko. Dalam peristiwa itu, tanpa tedeng aling-aling, Hugo bahkan melamar Dominique yang bahkan tidak pernah ia kenal sebelumnya. Tentu saja Dominique yang sedang mengamuk karena temannya, Kyoko, terluka karena ditabrak Hugo menolaknya.

Selanjutnya, Hugo mulai berkuliah di Bristol, Inggris. Selama di Bristol, ia mulai menyukai Vanilla Latte setelah dikenalkan minuman itu oleh temannya, Garvin. Hugo yang sebelumnya “melarikan diri” ke Bristol karena sakit hati akibat pacarnya selama tujuh tahun, Farah, menolak untuk bertunangan, akhirnya menjadi Hugo yang benar-benar baru dan berhasil move on.

Lima tahun kemudian, Hugo kembali ke Indonesia dan menjadi asisten kakaknya di salah satu perusahaan keluarga Ishmael. Tanpa disengaja, Hugo kembali bertemu dengan Dominique, gadis yang dulu ditabrak dan dilamarnya, di perusahaan itu! Mereka bertemu karena kebetulan Domi merupakan karyawan di perusahaan itu.

Berlanjutlah hubungan dua sejoli yang sebelumnya berbeda sifat itu. Namun, seperti yang mereka ketahui kemudian, mereka sama-sama suka vanila. Namun perjalanan “cinta” mereka harus seperti berada di rel roller coaster karena banyak konflik-konflik yang menghalangi mereka.

Bagian Favorit:

Ketika Hugo melamar Dominique saat kecelakaan. Konyol!

Kelebihan:

  1. Prolognya menarik dan mampu membuat saya penasaran.
  2. Bahasa yang dipakai penulis ringan dan mengalir. Di beberapa tempat, humor yang menyelingi mampu membuat saya tersenyum.
  3. Desain sampul jaketnya lebih mirip durian sebenarnya, namun, cover dalamnya unik banget. Sebuah kertas yang bertuliskan I :3 U-nya benar-benar terlihat nyata. Saya bahkan sampai tertipu.
  4. Plotnya rapi banget. Sepertinya penulis sudah memikirkan matang-matang bagaimana jalan cerita novel ini.
  5. Minim typo. Hanya saja di halaman 163, paragraf pertama tidak ada korehensi dengan pargraf sebelumnya. Itu agak mengganggu, sih.

Kekurangan:

  1. Sebenarnya saya merasa gak baca novel dewasa. Ceritanya mirip teenlit. Sebenarnya inilah kekurangan utama dalam novel ini. Saya seperti tidak membaca novel yang menceritakan kehidupan orang-orang berusia dua puluh tahuan akhir, malah seperti membaca kehidupan remaja-remaja berkecukupan karena sifat-sifat tokohnya yang gak dewasa sama sekali.
  2. Di prolog, ada keanehan yang membuat kening saya berkerut. Jiah! Bahasanya #plak ! Di dalam kecelakaan itu, kenapa hanya ada mobil Hugo yang berada di jalanan? Apa gak ada mobil lain yang lewat untuk waktu yang cukup lama itu? Emang sekitarnya sawah, hutan, atau lapangan kosong? Kenapa gak ada warga?

Rating: 4/5

 

  1. 5.      Memori Bersama Kopi

Judul                : The Coffee Memory

Penulis : Riawani Elyta

Penerbit           : Bentang Pustaka

Terbit               : Maret, 2013

Harga               : Rp 39.000,-

 

Sinopsis:

Dania ditinggal mati oleh suami tercintanya–Andro–yang membuatnya harus mengurus anak semata wayangnya–Sultan–dan juga kafe kopi Katjoe Manis.

Andro merupakan seorang pecinta kopi yang mampu menularkan kecintaannya itu pada Dania. Dia juga seorang yang mampu meracik kopi dengan baik, dengan modal itulah dia (dan Dania) mendirikan kafe kopi. Andro merupakan pria yang supel, sehingga dia punya link untuk mempromosikan kafe anyaran mereka saat itu. Bahkan karyawannya pun berbekal relasi.

Sepeninggal Andro, Dania merasa terpuruk. Memori-memori spesialnya dengan orang yang dia sayangi, muncul bersama dengan aroma yang keluar dari kopi. Namun Dania harus bangkit, apalagi dia harus menghidupi Sultan yang masih kecil. Untuk itulah dia memutuskan untuk meneruskan usaha kafe Katjoe Manis yang tutup setelah Andro pergi dari dunia untuk selama-lamanya.

Sayangnya, Dania belum pernah mengurusi manajemen kafe itu sebelumnya. Karena selama ini suaminyalah yang mengelolanya. Tantangan lainnya adalah kepergian dua orang pegawai yang mundur dari kafe tersebut. Ditambah saingan bisnis yang makin bertambah.

Belum cukup masalah Dania mengurusi bisnis kafenya, muncul lagi kenangan-kenangan masa lalunya dengan Andro, dan juga masalah pribadi lainnya. Seperti beberapa orang yang mencoba untuk mengisi hatinya yang saat ini kosong. Sebut saja Pram dan Barry.

Bagaimanakah kelanjutan kisah Dania dengan kisah pribadinya dan juga Kafe Katjoe Manis?

 

Kelebihan:

  1. Menurut saya, cover jaketnya terlalu biasa. Terlalu simpel. Mirip dengan bungkus kopi bubuk tradisional yang gak bermerek. Tapi … desain sampul novelnya sendiri benar khas kopi. Enak dilihat dan membuat yang melihat bisa mencium aroma biji kopi pilihan dari situ.
  2. Saya mau mengacungi jempol buat editornya. Novel ini minim typo, walau di halaman 15 paragraf 2 kesalahannya cukup fatal. Entah ada kata yang hilang atau salah menaruh tanda baca di sana. Hingga membuat saya mengernyitkan dahi. Yang kedua, nama kafe yang “Katjoe Manis” itu sebenarnya salah ejaan gak sih. Itu kan “tj” ejaan lama. Sebenarnya yang dimaksud itu Kayu Manis atau Kacu Manis? Kalau kacu manis, penulisannya benar. Tapi, kalau kayu manis, berdasarkan info EYD dari Wikipedia sih, itu salah.
    “tj” di ejaan lama = “c” di ejaan yang telah disempurnakan. So? Kalau dari deskripsi kafe sih, menurut saya yang benar Kayu Manis. Jadi, seharusnya namanya bukan Katjoe Manis, melainkan KAJOE MANIS (dengan ejaan lama).
  3. Ide ceritanya menarik, dan saya suka itu. Saya benar-benar bisa membayangkan bagaimana inferior maupun eksterior kafe Katjoe Manis maupun Bookafeholic. Bahkan rasanya kopi–yang sampai saat ini saya dilarang oleh dokter untuk meminumnya, walaupun dalam sebulan beberapa kali saya bandel dan menyeduh kopi instant–berhasil saya hirup aromanya selama membaca novel ini. Salut untuk penulisnya.

Kekurangan:

  1. Sampai akhir novel, saya masih belum dapat petunjuk berapakah usia Dania dan Sultan. Menurut saya ini agak mengganggu.
  2. (halaman 132 paragraf pertama) Hem dan kemeja sama, kan? Masa dipakainya tumpuk?
  3. Sebenarnya ada sub-plot yang menurut saya belum terselesaikan. Yaitu tentang kehadiran Redi, kakak Andro. Di awal dijelaskan kalau Dania dan Barry menaruh rasa curiga padanya. Namun, hingga akhir novel, tidak ada perbuatan Redi yang menurut saya bisa menghancurkan kafe Katjoe Manis.

Rating: 3/5

1 Comment

Filed under Uncategorized

Book Kaleidoscope 2013: Top Five Best Book Covers

Hohoho. Aku men-skip Book Kaleidoscope 2013 hari kedua tentang Most Favorable Quote karena emang aku jarang menuliskan quote 😀 .

Nah, kali ini aku mau sharing lima buku yang aku baca dalam tahun 2013 yang desain sampulnya bagus–menurutku 😀 . Daftar buku yang aku baca tahun 2013 dapat dilihat di sini.

Ayo kita mulai list-nya!

NB: Diurutkan berdasarkan yang paling aku suka.

1. The Strawberry Surprise – Desi Puspitasari

ImageCover yang menyajikan buah strawberry di dalam kemasan plastik khas supermarket ini benar-benar kelihatan eye-catching. Sampulnya terlihat segar dan mirip seperti aslinya. Cerita yang disajikan oleh novel terbitan Bentang Pustaka ini juga cukup bagus dengan gaya bercerita agak baku khas penulisnya.

2. Holland: One Fine Day in Leiden – Feba Sukmana

ImageCover yang menggambarkan sebuah kota yang mirip di Belanda karena ada kincir angin khas negeri asal Robin Van Persie itu bercorak Oranje. Warna itulah yang membedakan cover novel ini dari novel-novel STPC (Setiap Tempat Punya Cerita) yang diterbitkan oleh Bukune lainnya. Cerah namun sendu dan sederhana, tapi gak pucat. Pokoknya, aku suka cover sekaligus isi novel ini. One of my favorites books. 🙂

3. The Mint Heart – Ayuwidya

ImageSampulnya terasa dingin dan semilir seperti daun Mint. Mungkin karena emang desainnya merupakan tumpukan dari daun Mint asli. 😀 . Salah satu seri Love Flavour dari Bentang Pustaka ini juga menjadi salah satu novel favoritku gara-gara kekonyolan dan ke-freak-an tokoh utama sekaligus ceritanya. Kali ini cover-nya yang dingin dan beku tidak sesuai dengan isi novelnya yang hangat, lancar, dan cair.

4. Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya – Dewi Michellia Kharisma

ImageSampul novel pemenang unggulan DKJ 2012 ini klasik dan menarik. Judulnya yang panjang banget juga menjadi salah satu daya tarik. Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama yang ber-genre sastra ini pun menarik untuk dibaca. 🙂 . Aku gak bisa lagi bagaimana cara menjelaskan letak keunikan cover ini, karena emang unik 😀 .

5. Evergreen – Prisca Primasari

ImageGrasindo memilih desain di atas sebagai sampul novel karya penulis terkenal, Prisca Primasari. Agak kurang sesuai dengan isinya memang, namun, kesederhaan yang diusung cover-nya justru menjadi daya tarik tersendiri.

 

Nah, itulah 5 buku dengan cover yang paling aku suka di tahun 2013 ini. Tidak ada yang maskulin emang, karena bacaanku emang sedikit yang “nyowok” 😀 .

Mau ikutan Book Kaleidoscope? Buka link ini.

 

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized